Loading...

NEW NORMAL : Sebuah Kebiasaan Baru

17 May 2020 | admin

By: M. Ridho Hasan (@hasanrdh) & Indah Fitria (@infitsu)

Covid-19 pandemic might adjust, shape, or reorder the world across multiple dimensions – Nicolas Eberstadt (Essay from The New Normal in Asia Series)

Pandemi yang menyerang sebanyak 3.917.627 (08/05) populasi di dunia telah membawa perubahan kepada seluruh masyarakat di dunia. Tidak hanya kepada pasien yang terjangkit, tetapi juga individu lain di seluruh dunia. Kita sebagai masyarakat dipaksa untuk beradaptasi dengan gaya hidup baru yang sering kali disebut dengan new normal. Definisi new normal sendiri mengacu kepada suatu kebiasaan dimana sebelumnya hal itu adalah tidak normal kini menjadi hal yang biasa. 

DAMPAK PANDEMI

Perubahan besar yang paling terlihat dampaknya sejak pandemi ini dimulai adalah terjadinya krisis ekonomi dan juga perubahan perilaku sosial. Dalam sektor ekonomi banyak bidang usaha yang mengalami kerugian sebut saja bidang tour and travel, sektor jasa, serta UMKM. Kerugian yang dialami perusahaan berdampak pula terhadap seluruh aspek yang ada dalam perusahaan tersebut yaitu pekerja dan pemberi kerja, berdasarkan survey yang dilakukan oleh CORE jumlah pengangguran di Indonesia akan terus meningkat dan skenario terburuk bisa mencapai 9,3 juta pengangguran di Indonesia. Individu yang kehilangan pekerjaannya ini berpotensi menghadapi financial stress.

Perubahan lain yang terlihat adalah dari perilaku sosial individu satu dengan yang lain, sejak diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Skala Besar) atau bahkan sebelum itu masyarakat sudah diminta untuk mengkarantina dirinya masing-masing, menghindari sebanyak mungkin kontak sosial dengan orang luar, beberapa orang dewasa yang tinggal sendiri harus menghadapi loneliness. Para pekerja kesehatan setiap harinya mendapatkan tekanan dan rasa takut meningkat setiap harinya. Bekerja tidak lagi bertatap muka, pertemuan guru dan murid di batasi dengan layar tipis yang kita sebut saja laptop dan handphone. 

BENTUK-BENTUK PERUBAHAN YANG TERJADI. 

Jika kita membahas “new normal” tersebut maka itu artinya ada perubahan perilaku atau perubahan kebiasaan dari yang sebelumnya tidak normal menjadi hal yang biasa, dilansir dari CNN global, berikut beberapa bentuk kebiasaan baru yang terbentuk setelah pandemi berakhir : 

  1. Sekolah mulai dijalankan dengan menerapkan physical distancing.
  2. Online class dan online meeting akan semakin sering dilakukan.
  3. Stadion dan tempat konser akan menjadi kosong. 
  4. Penggunaan masker setiap harinya. 

BAGAIMANA CARA BERADAPTASI DAN TETAP POSITIF DI TENGAH PANDEMI ?

Menjaga diri tetap positif meskipun berada dirumah sangat penting agar tetap bisa produktif dan menjaga kesehatan mental kita untuk tetap stabil, berikut yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan awareness dan kesehatan mental kita saat pandemi seperi ini : 

  1. Menjaga diri sebaik mungkin. 

Lakukan apapun yang bisa membuat tubuh tetap sehat seperti memasak. Dengan memasak makanan kita sendiri, dapat dipastikan makanan yang kita makan lebih sehat daripada kita harus membeli diluar. Selain itu, mengurangi penggunaan media sosial juga dapat mengurangi kecemasan pada diri kita. Olahraga yang teratur juga tentunya penting dilakukan agar tubuh tetap fit dan tidak lemas selama #DirumahAja.

2. Tetap menjaga hubungan dengan teman dan keluarga besar.

Pada saat seperti ini yang sangat kita butuhkan adalah koneksi sosial lebih dari apapun, tetap berkomunikasi dengan teman-teman dan keluarga untuk saling memberikan dampak positif. Hal ini akan membantu kita untuk tetap memiliki sudut pandang yang baik terhadap apa yang terjadi selama pandemi serta untuk mengetahui bagaimana orang lain merespon terhadap hal itu. 

3. Normalize anxiety

Pada masa pandemi sangat masuk akan untuk merasa cemas, kita tidak tau sampai kapan hal ini akan berakhir, meskipun kita sudah bisa kembali menjalani aktivitas diluar rumah tetap ada hal-hal yang berubah. Kita bisa merubah sudut pandang kita bahwa ini bukanlah hal yang buruk melainkan tantangan untuk bisa belajar bagaimana kita menghadapi situasi yang baru.

4. Menghargai perasaan sedih dan kehilangan orang lain dan diri kita. 

Keluar bersama teman, bermain di lapangan mungkin terkesan tidak penting untuk diri kita, tetapi hal ini bisajadi penting untuk orang lain, begitupula yang orang lain pikirkan terhadap apa yang menurut kita penting, mungkin bisajadi tidak penting untuk mereka. Kita bisa lebih sensitif dan menghargai apa yang orang lain rasakan. Ketika kita menghargai apa yang orang lain rasakan, kita memberikan dampak positif kepada orang lain yang mana hal tersebut bisa barbalik kepada kita. Orang akan menghargai apa yang kita rasakan dan akan saling menguatkan satu sama lain.


CONTACT US

Address

Graha Krama Yudha Lt. 4 Unit B
Jalan Warung Jati Barat No. 43, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan,