Loading...

Aku, Ramalan, dan Barnum Effect (Understanding About Cognitive Biases: Barnum Effect)

07 July 2020 | admin

By: Fatimah Aulia Rahma (@fatimahauliarahma) & Indah Fitria (@infitsu)

Millennials, siapa sih yang nggak suka baca zodiak kalau lagi senggang? Aditers salah satunya nggak nih? Menurut penelitian, sebagian besar generasi millennial menjadikan zodiak menjadi suatu tren masa kini. Scrolling zodiak di platform media sosial seolah menjadi suatu kesenangan dan killing time di waktu senggang. Berdasarkan data dari American Psychological Association (APA) menunjukkan bahwa generasi millennial merupakan generasi yang memiliki tingkat stres cukup tinggi sehingga membaca ramalan atau zodiak dilihat sebagai salah satu alternatif self-healing.

Kalau sama istilah ‘Kata Zodiak’ pasti sebagian besar dari kita sudah sangat familiar. Kalau sama barnum effect, kira-kira sudah sering dengar atau masih terasa asing nih?

Kira-kira, apa itu barnum effect?

Menurut American Psychological Association Dictionary, istilah barnum effect atau juga dikenal dengan istilah forer effect merupakan sebuah fenomena psikologis dimana individu memiliki kecenderungan untuk percaya bahwa prediksi atau deskripsi kepribadian yang umum (ex: yang ditawarkan oleh astrologi, tes kepribadian, etc.) berlaku spesifik untuk diri sendiri. Psikolog Bertram Robin Forer yang pertama kali meneliti tentang barnum effect atau forer effect ini menjelaskan bahwa efek yang dihasilkan dari barnum effect sendiri adalah kesalahan validasi pribadi.

Barnum effect juga dilihat sebagai bagian dari bentuk bias kognitif yang disebut validasi subjektif dimana individu menganggap pernyataan itu benar bagi individu tersebut tanpa mempertimbangkan bahwa itu bisa sama benarnya bagi kebanyakan orang lain.

Eksperimen psikologi klasik Bertram Forer yang menjelaskan barnum effect atau forer effect adalah sebuah tes psikologi kepribadian yang diberikan kepada 39 siswa. Para siswa diminta memberikan akurasi nilai skala 1 sampai 5 yang paling menggambarkan diri mereka pada setiap kalimat atau item. Seminggu setelahnya, Bertram Forer memberikan sebuah ‘sketsa kepribadian’ atau hasil dari tes kepribadian tersebut yang isinya berisi paragraf kesimpulan yang sama persis antara satu orang dengan lainnya, seperti berikut:

“You have a great need for other people to like and admire you. You have a tendency to be critical of yourself. You have a great deal of unused capacity which you have not turned to your advantage. While you have some personality weaknesses, you are generally able to compensate for them. Your sexual adjustment has presented problems for you. Disciplined and self-controlled outside, you tend to be worrisome and insecure inside. At times you have serious doubts as to whether you have made the right decision or done the right thing. You prefer a certain amount of change and variety and become dissatisfied when hemmed in by restrictions and limitations. You pride yourself as an independent thinker and do not accept others’ statements without satisfactory proof. You have found it unwise to be too frank in revealing yourself to others. At times you are extroverted, affable, sociable, while at other times you are introverted, wary, reserved. Some of your aspirations tend to be pretty unrealistic. Security is one of your major goals in life.”

Kalau Aditers sering mengikuti tes kepribadian atau membaca zodiak, pasti kurang lebih tidak asing dengan kata-kata diatas. Meskipun sebagian besar individu mengetahui bahwa itu tidak ditulis secara khusus untuk Anda, masih sulit untuk tidak melihat diri sendiri dalam pernyataan tersebut. Kemudian dari eksperimen tersebut direplikasi dan secara konsisten individu menilai pernyataan umum yang diberikan sangat akurat dan inilah yang kemudian memunculkan istilah Forer Effect atau Barnum Effect.

Aditers pasti sudah nggak asing dong sama Film The Greatest Showman yang ditayangkan di tahun 2017?

Film yang diangkat dari based on true story dimana pemeran utamanya Phineas Taylor Barnum adalah bukan tokoh fiktif semata yang kemudian justru memunculkan istilah “Barnum Effect”.

Dalam setiap kesuksesan pertunjukan sirkusnya, Barnum memiliki motto kesuksesannya yaitu: “always have a little something for everybody” atau “selalu memiliki sesuatu untuk semua orang” yang menjelaskan bahwa orang seringkali mudah tertipu dan ingin percaya apa yang mereka katakan, sehingga mereka akan berpikir bahwa pernyataan umum hanya tentang diri mereka sendiri. Barnum telah melihat trik ini digunakan selama bertahun-tahun oleh paranormal, pesulap, pembaca telapak tangan, horoskop dan sekarang di platform media digital. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan dari kesuksesannya dalam setiap pertunjukkan.

Ketika dikaitkan dengan zodiak atau tes kepribadian, barnum effect menjelaskan individu yang mengerjakan dan melihat hasil tes kepribadian tersebut akan merasa bawah karakteristik hasil tersebut sangat sesuai dengan dirinya dan mempercayai zodiak maupun hasil tes kepribadian tersebut. Hal inilah yang kemudian disebut dengan Barnum Effect.

Aditers, gimana nih pembahasan hari ini? Menarik, kan? 🙂

Sumber:

https://inews.co.uk/news/science/barnum-effect-forer-horoscopes-accurate-148436

https://www.britannica.com/science/Barnum-Effect

https://kumparan.com/millennial/mengapa-masih-percaya-zodiak-1rUYyYLLrsZ/full

https://medium.com/@FactNews/the-barnum-effect-4ce1e9ad76d

https://medium.com/@michaelgearon/cognitive-biases-the-barnum-effect-b051e7b8e029


CONTACT US

Address

Graha Krama Yudha Lt. 4 Unit B
Jalan Warung Jati Barat No. 43, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan,