Loading...

MEMAAFKAN (FORGIVENESS)

25 May 2021 | admin

Oleh : Defryansyah Amin, M.Psi., Psikolog

Apa yang terbesit di benak anda ketika mendengar kata lebaran ? Tunjangan hari raya? Mudik? Ketupan? Atau lainnya?

Banyak hal yang terbesit ketika kita mendengan kata “lebaran” pastinya. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih banyak tentang esensi dari lebaran yang tidak mungkin terlewatkan, yaitu proses “Maaf memaafkan”

Kita mungkin cukup familiar dengan kata “memaafkan”. Lalu apakah definisi memaafkan itu sendiri?

Enright dan Fitzgibbons (2000) mendeskripsikan forgiveness sebagai sebuah proses, bukan peristiwa tunggal, di mana individu secara bertahap menggantikan pikiran, perasaan, dan perilaku negatif terhadap atau tentang pelaku dengan pikiran, perasaan, dan perilaku yang lebih positif.”

Forgiveness merupakan perubahan motivasi dimana individu mengalami penurunan motivasi untuk memberikan balas dendam, menghindari, serta terdapat peningkatan untuk melakukan hal baik serta keinginan untuk melakukan rekonsiliasi dengan pihak lain. – McCullough, 2008

Esensi dari forgiveness

Memaafkan itu..

  • Keputusan untuk mengobati luka yang diberikan oleh orang lain
  • Melepaskan amarah, kebencian, rasa malu, dan emosi lain yang terkait dengan ketidakadilan, meskipun itu perasaan yang masuk akal.
  • Mengambil tanggung jawab atas perasaan anda.
  • Menjadi lebih baik
  • Suatu pilihan

Memaafkan bukan..

  • Melupakan ketidakadilan
  • Membohongi atau membiarkan perilaku si pelaku.
  • Memberikan belas kasihan kepada pelaku
  • Melepaskan, tapi ingin balas dendam
  • Menyerah terhadap perasaan yang anda alami
  • Tentang menang atau kalah.

APAKAH MEMAAFKAN SAMA DENGAN REKONSILIASI?

Banyak orang yang mempertanyakan apakah memaafkan sama seperti rekonsiliasi atau pemulihan hubungan persahabatan dan menyelesaikan perbedaan ke keadaan semula. Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Salah satu outcome dari memaafkan bisa saja mengembalikan hubungan yang berjarak menjadi dekat kembali. Akan tetapi, tidak selamanya harus mengembalikan hubungan tersebut. Kita bisa saja memaafkan orang yang mungkin sudah tidak ada karena sebenarnya memaafkan itu adalah proses dimana kita menurunkan motivasi untuk balas dendam ataupun memendam emosi-emosi negative di dalam diri kia

Melalui pembahasan singkat ini, bisa kita tarik kesimpulan bahwa..

  • Memaafkan itu merupakan keputusan untuk tidak mengejar atau membalas dendam
  • Memaafkan itu melepaskan masa lalu dimana kita melihat diri sebagai korban
  • Memaafkan itu berarti menciptakan cerita baru tentang apa yang terjadi dengan damai
  • Memaafkan berarti melepas klaim kita tentang kesalahan/ keinginan untuk menyalahkan dan kebutuhan untuk menjadi benar.
  • Memaafkan itu berarti kembali fokus terhadap diri dan memperdayakan apa yang kita miliki.
  • Memaafkan itu berarti mendapatkan kembali rasa kedamaian dan cinta.

Aspek apa saja yang dibutuhkan dalam forgiveness

  1. Kognitif – Bagaimana seseorang memahami dan meninggalkan sikap negative terhadap perilaku. Kondisi ini biasanya terjadi melalui penilaian kembali terkait peristiwa atau perilaku tersebut
  2. Afeksi – Sejauh mana seseorang mengurangi kebencian terhadap perilaku. Pembentukan perubahan emosi negaif menjadi emosi positif terhadap pelaku
  3. Perilaku – Bagaimana seseorang dapat bertemu dengan pelaku dan mengubah perilakunya setelah memaafkan.

Manfaat memaafkan

DAMPAK FISIK

  • Meningkatkan fungsi sistem saraf
  • Meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh
  • Mengurangi tegangan otot
  • Menurunkan tekanan darah
  • Mengurangi resiko terkena penyakit jantung
  • Meningkatkan fungsi kardiovaskular
  • Meningkatkan fungsi paru-paru

Faktanya, hasil penelitian mengatakan bahwa jika individu berada dalam kondisi marah terlalu lama, maka beresiko untuk terkena serangan jantung, dan penyakit kardiovaskular lainnya, serta kelemahan imun tubuh (Luskin & Fred, 2002)

DAMPAK PSIKIS

  • Dapat terhindar dari stres
  • Meningkatkan harapan dan rasa kepercayaan kepada orang lain
  • Meningkatkan kebahagiaan, empati, rasa kepedulian dan rasa syukur
  • Memaafkan diri sendiri dapat mengurangi penyesalan diri, mencela diri sendiri, dan pernyataan diri yang negatif (Watson dkk., 2012)
  • Forgiveness juga dapat memulihkan beberapa makna yang telah hilang setelah kesalahan yang dilakukan seseorang terhadap individu tersebut (Van dkk, 2015)

DAMPAK KOGNISI

  • Meningkatkan kemampuan untuk berpikir lebih jernih dalam melihat situasi
  • Dapat meningkatkan kreativitas
  • Meningkatkan produktivitas dalam bekerja

PROSES MEMAAFKAN

1. Uncovering Phase (Fase Pembukaan)

Meliputi terjadinya konfrontasi terhadap rasa sakit emosional yang terjadi akibat dari peristiwa menyakitkan. Anda akan meningkatkan pemahaman Anda tentang ketidakadilan, dan bagaimana hal itu memengaruhi hidup Anda.

2. Decision Phase (Fase Pengambilan Keputusan):

Individu menyadari bahwa keputusan untuk memaafkan menguntungkan bagi dirinya. Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang apa itu memaafkan, membuat keputusan untuk memilih atau menolak memaafkan sebagai pilihan.

3. Work Phase (Fase Tindakan):

Individu mulai mengalami pembentukan perpektif berpikir yang baru (reframing) akan memfasilitasi empati dan rasa iba, sehingga individu dapat memulai menempatkan dirinya pada posisi pelaku yang mungkin tertekankarena perasaan bersalah, lebih lanjut lagi individu dapat memilih untuk menawarkan beberapa bentuk perasaan dan perbuatan positif pada pelaku.

4. Outcome/Deepening Phase(Fase Hasil/Pendalaman):

Pada tahapan terakhir di mana individu memperoleh kelegaan emosional yang dapat menurunkan emosi negatif terhadap orang lain, sehingga individu secara sadar merasa sembuh, pulih dan penuh dengan emosi positif. Pada fase ini, Anda mungkin menemukan arti dari pengalaman dan mengenali cara Anda bertumbuh

1. Tuliskan siapa orang yg perlu Anda maafkan dan untuk apa Anda memaafkannya.

2. Tuliskan minimal 3 daftar emosi negatif (perasaan tidak menyenangkan) saat ini tentang situasi tersebut.

Lebih baik jika Anda jujur dengan semua perasaan ini, bukan hal-hal baik yang menurut Anda harus dirasakan. Kamu harus MOVE ON dari apa yg sebenarnya kamu rasakan, karena di sanalah kamu berada. Kamu tidak bisa bergerak maju dari tempat kamu ingin menjadi, tapi kamu bisa maju dari tempat kamu berada saat ini.

3. Tuliskan apa saja manfaat dari memaafkan situasi ini.

Biasanya ini akan menjadi kebalikan perasaan Anda saat ini. Kesedihan akan menjadi kebahagiaan, kemarahan akan menjadi kedamaian, berat menjadi perasaan ringan, dan sebagainya. Jika kamu tidak yakin dengan manfaatnya, pilih saja beberapa perasaan baik yang Anda inginkan, untuk memulai (”Damai, ”Kebebasan”, “lebih tenang,”lebih percaya diri”, dll). Mungkin membantu Anda untuk melihat manfaatnya. Jika Anda mampu membayangkan betapa jauh lebih baik perasaaan Anda ketika memaafkan.

4. Afirmasi dalam memaafkan (Forgiveness Afirmation)

Pilih beberapa manfaat yang Anda tulis di langkah ke-3, mana yang paling banyak menarik bagi Anda sekarang, dan tuliskan afirmasi memaafkan termasuk isi manfaatnya. Kemudian Anda mengucapkan kalimat ini (dalam keheningan pikiran Anda) secara perlahan, setidaknya 3x dan kemudian kembali ke Langkah 1, dan lakukan lagi. Teruslah mengulanginya sampai Anda merasa lega.

“Saya memaafkan …….. (siapa) dan saya menerima …… (manfaat dari langkah ke-3 dari memaafkan”.

DAFTAR PUSTAKA

Barker, Eileen. 2009. The forgiveness Workbook: A step by step guide. United States of America. ISBN 0-9702088-3-9. www.barker-mediation.com

Bono, G., McCullough, M. E., & Root, L. M. (2008). Forgiveness, Feeling Connected to Others, and Well-Being: Two Longitudinal Studies. Palliative Medicine, 34(2), 444–451. https://doi.org/10.1191/0269216304pm904oa

Enright, R. D., & Fitzgibbons, R. P. (2000). Helping clients forgive: An empirical guide for resolving anger and restoring hope. American Psychological Association. https://doi.org/10.1037/10381-000

Forgiveness Information Sheet Therapy by Therapist Aid LLC. 2017. www.therapistaid.com

Martin, William F. (2020). Four Steps to Forgiveness : A way to happiness freedom and success. United Kingdom. ISBN: 9789863591184. www.globalforgivenessinitiative.com

Van Tongeren, D. R., Green, J. D., Hook, J. N., Davis, D. E., Davis, J. L., & Ramos, M. (2015). Forgiveness increases meaning in life. Social Psychological and Personality Science, 6(1), 47-55.

Worthington, E L (2005). Handbook of Forgiveness. New York : Taylor & Francis Group, LLC.


CONTACT US

Address

Komplek Perkantoran, Jl. Kalibata Tengah
No 35 C RT.11/RW.7, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12740